Ku menunggunya di sudut jalan lintas cilegon.
Pandanganku awas menatap setiap mobil biru yang melintas dalam bola mataku. Ya,
mobil itu berplat kuning dan setiap satu menit selalu ada yang sama di
belakangnya. Tapi sampai saat ini pukul 09.30, dia masih belum juga menunjukan
tanda-tanda kedatanganya. Ku harap mobil plat kuning itu memberikan lampu sen
kiri yang menunjukan berarti dia ada di mobil tersebut. Tapi belum juga datang
hingga kini.
Dimana kah engkau W.R. aku sudah hampir satu jam
lebih menunggumu di sudut jalan yang kita telah sepakati semalam tepat di
pangkalan ojek samping indomaret. Ya, pangkalan ojek. Mereka sudah beberapa
kali mengantarkan pasien yang hendak pulang ke rumah secaa bergiliran. Aku
seang melihat mereka yang selalu bersemangat menyambut pasien-pasiennya. Mereka
juga disiplin dalam mengantri giliran. Sekalipun ada saja penumpang yang
membawa barang-barang yang merepotkan mereka, tapi mereka tetap tersenyum
menyambut gembira rizkinya. Aku tersenyum melihatnya, karung-karung itu di tumpuk
di motor suzuki tahun 2000an yang tipis jok nya. Lalu tukang ojek itu menaruh
karung besar belakang jok dan karung-karung kecil di depan. Itulah perjuangan
sang pencari rizki Allah. Akupun pasti akan merasakan hal yang sama. Aku harus
belajar lebih banyak lagi agar suatu saat aku tidak pernah lelah menyambut
rizki ku yang datang dari langit Allah.
Saat ku tertunduk lelah menatap hp ku yang sibuk
memutar musik MP3. Aku merasakan angin yang segar menghampiri dadaku. Rasanya
sdikit sesak namun segar sesegar air sungai yang mengalir di gunung
karang. Lalu ku paksakan leherku untuk
tegak menatap jalan untuk kesekian kalinya. Tak ku sangka, memang benar cahaya
itu yang membuatku sesak tadi. Aku melihat senyum indahnya lagi. Begitu
sempurna seperti lukian kanfas. ku tak berani memalingkan pandanganku lagi. Dia
menghampiriku dengan wajah sesal di hati tapi tetap tersenym menyambutku. Aku
hanya bisa senyum menatapnya . hasratku yang selalu ingin menyentuh wajahnya
tak terhindarkan lagi. Aku sungguh menyayangimu kasih. Aku akan rela menunggumu
hingga ku rapuh demi melihat senyum ceria di wajahmu itu .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar