Di pojok
tempat tidur nya, Pino hanya biasa diam pasi seakan tak bernyawa, ibunya dari pukul enam pagi tadi masih saja mengeluh
dengan pekerjaannya, sedngkan adiknya yang bungsu hanya bisa menangis saat d
suruh ke sekolah oleh ibunya, seperti robot yang melayani seluruh keluarga,
tapi robot itu selalu rewel jika sedang bekerja. Pino sebenarnya kesal dgn
keadan ruamahnya. Dia hanya diam ketika mendengarkan kata-kata kasar yang kerap
kali terdengar hingga kamar, dan menyelinap masuk ke rongga-rongga kuping, hingga
kupingnya terasa seperti di permainkan oleh para iblis yg jahat.
Bapak nya
pino seorang pegawai negri yang pensiun muda karna terkena penyakit, entah
sakit apa, yg pasti saat dibawa ke rumah sakit, dokter hanya bisa memberi obat
dn infus tanpa memberitau apa penyakitnya .
sungguh teriris hati pino saat melihat keadaan bapaknya sudah kurang
lebih 10 tahun menderita sakit sperti itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar