Rabu, 06 Januari 2016

Cerpenku yang belum selesai


Di pojok tempat tidur nya, Pino hanya biasa diam pasi seakan tak bernyawa, ibunya  dari pukul enam pagi tadi masih saja mengeluh dengan pekerjaannya, sedngkan adiknya yang bungsu hanya bisa menangis saat d suruh ke sekolah oleh ibunya, seperti robot yang melayani seluruh keluarga, tapi robot itu selalu rewel jika sedang bekerja. Pino sebenarnya kesal dgn keadan ruamahnya. Dia hanya diam ketika mendengarkan kata-kata kasar yang kerap kali terdengar hingga kamar, dan menyelinap masuk ke rongga-rongga kuping, hingga kupingnya terasa seperti di permainkan oleh para iblis yg jahat.
Bapak nya pino seorang pegawai negri yang pensiun muda karna terkena penyakit, entah sakit apa, yg pasti saat dibawa ke rumah sakit, dokter hanya bisa memberi obat dn infus tanpa memberitau apa penyakitnya .  sungguh teriris hati pino saat melihat keadaan bapaknya sudah kurang lebih 10 tahun menderita sakit sperti itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar