Sudah lebih 30
menit aku duduk di halte tunggu Tomang, menunggu bus kopaja jurusan Pasar Senen
ke Kebon Nanas. Tampak mobil berlalu lalang begitu ramai di depan mataku. Hanya
ada aku dan perempuan umur 25an menunggu bus sama sepertiku. Tujuan ku pulang ke
pandeglang, rumah ku. Aku heran, hari ini aku merasakan hari yang biasa saja.
Padahal 28 juli 2014 ini, bertepatan dengan hari raya idhul fitri. Ya Allah,
tadi aku tidak ikut sholat aid, sholat subuh saja aku tunaikan pukul 8 pagi.
Bukan tampa alasan, pasalnya semalam aku mencuci pakaian terlebih dahulu
setelah selesai bekerja. Aku baru dapat tidur pukul 4 dini hari.
Aku bekerja di
sebuah mini market di daerah Jakarta selatan, beruntung hari ini toko buka
pukul 10 pagi. Jadi aku bisa melanjutkan mimpiku yang sempat terjeda sholat
shubuh. Aku juga tidak lupa mengaktifkan alarem agar tidak bablas nantinya.
Hanya aku dan mansyur yang tinggal di mess mini market ini. Dia tampak lelap
sekali dalam tidurnya.
Aku sudah berniat
jauh – jauh hari akan pulang kampung hari ini. Ya setelah selesai bekerja, pada
hari senin tepatnya hari idul fitri. Walaupun aku tidak bisa berlebaran di
rumah kali ini. Aku tetap merasa biasa- biasa saja. Pasalnya aku sudah pulang 3
hari sebelumnya. Jadi ibu ku tidak lagi merasa aku bekerja berebihan.
Hmmmm, rasanya aku
bosan menunggu di halte ini. Sebenarnya ada opsi kedua untuk sampai ke rumah.
Yang pertama, sekarng ini aku menunggu di halte Tomang untuk naik bus jurusan
ke kebon nanas, setelah itu naik bis murni langsung ke pandeglang. opsi ke dua
aku harus jalan kaki terlebih dahulu melewati halte kurang lebih 500 meter .
sampai di perempatan, aku naik bis langsung arah ke pakupatan serang. Setelah
itu baru naik bis ke pandeglang. opsi ke dua ini belum pernah ku coba. Dan opsi
pertama telah ku coba 3 hari kemarin.
Akhirnya aku
memutuskan opsi ke dua, tapi aku akan tetap naik bis jurusan kebon nanas sambil
aku berjalan menuju perempatan. Saat ku tinggalkan halte itu. Tmpak nya
perempuan itu masih setia menunggu bis. Sedang aku tak sabar menunggu nya. Aku
terus berjalan menuju perempatan sambil sesekali menoleh beberapa kali ke
belakang berharap mobil bis nya lewat, jadi aku tidak perlu berjalan jauh.
Hampir setiap 5
meter sekali aku kerap kali menoleh ke belakang. Mungkin jika oang lain melihat,
aku seperti orang yang agak aneh. Saat aku menoleh yang sekian kali nya.
Akhirnya dugaku benar. Bis itu bisa ku lihat dari kejauhan. Bis itu berhenti di
hate, pasti perempuan itu sudah naik bis. Aku pun menghentikan langkahku dan
langsung menunggu bis itu.
Setelah semakin
dekat, aku mengulurkan tangan memberi tanda agar bis nya berhenti. Setelah bis
itu berhrnti, cepat – cepat ku meaikinya. Setelah di dalm bis, aku tengok kiri
kanan, ternyata kursinya penuh. “ke tengah aja mas masih kosong” kata kondektur.
Dalam hatiku kosong apanya, orang segitu penuhnya. Saat mataku menoleh ke arah
kursi dekat supir, aku meliah perempuan tadi duduk di kursi paling depan dekat
dengan supir. Aku melihat masih ada ruang jika ia mau menggeser lagi. “saya
duduk di sini saja bang” kataku. Perempuan itu langsung mengerti da menggeser
posisi duduknya sehingga ku dapat duduk di sebelahnya.
Alhamdulillah, aku
merasa nyaman di empat duduk ini. Selain memang tmpat duduknya memang pas untuk
dua orang, juga pas tepat di depan, jadi aku bisa langsung melihat kedepan
jalan tampa halangan apapun . ini memang tempat favoritku. Saat kondektur
meminta uang bayaran. Aku mencoba mengeluarkan uang yang tadi sudah ku siapkan
dalam aku celanaku. Tapi aku menunggu perempuan itu bayar terlebih dahulu,
karna aku tidak tau tarif mobil Ac ini. 3 hari yang lalu, aku naik bis non Ac,
dengan ongkos 5 ribu rupiah saja. Perempuan itu memberinya 10 ribu rupiah, dan
aku pun langsung mengganti uang yang tadinya ku ambil 5 ribu menjadi 10 ribu.
Pukul 17.40 akhrnya
aku sampai di kebon nanas . berarti kurang lebih ku habiskan di bis tadi
sekitar 50 menitan. Karna memang jalanan tidak macet, dikarnakan sudah usainya
arus mudik sehingga jalanan jakarta seperti di tinggalkan oleh serbuan mobil-
mobil. Setelah turun aku langsung menyebrang melalui jembatan fly over . tidak
lama berselang. Suara kondektur yang bereriak teriak “yoo labuan labuaan
seraangg labuan serang”. Begitu hyaring terdengar. Akupun langsung menghampiri
mobil bis hijau bermerek Asli prima.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar