Mungkin ini hari-hari terakhirku berkelana di
provinsi sebrang Banten, kota Jakarta. Ibu kota indonesia.
Sebenarnya tidaklah jauh dari provinsiku, hanya
4-5 jam saja tempuhan perjalanan bis primajasa. Hanya saja, mayoritas orang
baten, lebih nyaman tinggal di rumahnya sendiri ketimbang merantau. Terbukti,
aku sendiri tak betah berlama-lama tinggal di rumah ‘tetangga’ ini. Berbeda
dengan orang-orang perantau dari pulau bahkan negri sebrang, mereka memang
berniat untuk merubah hidupnya, untuk mengadu nasib di kota metropolitan ini.
Tapi aku brsyukur dilahirkan di banten. Terlebih,
aku dibesarkan di wilayah kabupaten yang tempatnya masih asri dan indah.
Sehingga hirup nafasku masih belum terkontaminasi oleh asap-asap. Pandeglang
Berkah, itulah slogannya.
Kali ini aku harus berterimakasih pada jakarta.
Kau banyak mengajarkanku sebuah ‘kehidupan’ disini. Melihat dan merasakan
pahit, manis, asam, bahkan hambar dalam hidup, telah semua kau jejali padaku.
Aku sadar, gemerlapnya metropolitan, tak kan bisa ku genggam hanya dengan
tenaga dan fikiran.
Terimakasih jakarta. Semoga kau ikhlas memberiku
‘modal’ ini. Sehingga nanti kakiku ringan untuk kembali ke sini. Dan menjadi
sahabatmu paaaaaaaaling dekat, dari yang lain.
Aku pasti akan kembali ke sini, kotamu yang seksi
dan menarik, yang di penuhi cahaya listrik berkelap kelip di setiap banguannya
nan megah dan indah. Yang membuat banyak orang terpikat dan ‘jatuh cinta’
kepadamu. Namun entah, terasa gelap bagiku.
Mungkin harus ku isi dulu hati ini dengan ilmu
yang cukup, sepulangku di rumah nanti. Dan kembali kesini, dengan mimipi-mimpi
indah. Agar cahaya indahmu bisa ku rasakan dan nikmati. Tak banyak yang ku
inginkan darimu, jakarta. Hanya satu, yaitu ‘kebanggaan’ yang di butuhkan oleh
semua laki-laki.
Mungkin sekarang, satu semester kurasa cukup
untuk ‘kesasar’ di kota metropolitanmu. Aku harus pulang ke rumah. Mengerjakan
PR. Selesaikan S1 ku terlebih dulu di Institut.
Dan setelah itu, akan ku bangun mimpi-mimpi itu mulai dari angka nol.
Dan menemuimu lagi, Jakarta.
Terimaksih sahabat.
Sabtu, 27 Desember 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar