Rabu, 06 Januari 2016

hari hari terakhir di jakarta


Mungkin ini hari-hari terakhirku berkelana di provinsi sebrang Banten, kota Jakarta. Ibu kota indonesia.
Sebenarnya tidaklah jauh dari provinsiku, hanya 4-5 jam saja tempuhan perjalanan bis primajasa. Hanya saja, mayoritas orang baten, lebih nyaman tinggal di rumahnya sendiri ketimbang merantau. Terbukti, aku sendiri tak betah berlama-lama tinggal di rumah ‘tetangga’ ini. Berbeda dengan orang-orang perantau dari pulau bahkan negri sebrang, mereka memang berniat untuk merubah hidupnya, untuk mengadu nasib di kota metropolitan ini.
Tapi aku brsyukur dilahirkan di banten. Terlebih, aku dibesarkan di wilayah kabupaten yang tempatnya masih asri dan indah. Sehingga hirup nafasku masih belum terkontaminasi oleh asap-asap. Pandeglang Berkah, itulah slogannya.
Kali ini aku harus berterimakasih pada jakarta. Kau banyak mengajarkanku sebuah ‘kehidupan’ disini. Melihat dan merasakan pahit, manis, asam, bahkan hambar dalam hidup, telah semua kau jejali padaku. Aku sadar, gemerlapnya metropolitan, tak kan bisa ku genggam hanya dengan tenaga dan fikiran.
Terimakasih jakarta. Semoga kau ikhlas memberiku ‘modal’ ini. Sehingga nanti kakiku ringan untuk kembali ke sini. Dan menjadi sahabatmu paaaaaaaaling dekat, dari yang lain.
Aku pasti akan kembali ke sini, kotamu yang seksi dan menarik, yang di penuhi cahaya listrik berkelap kelip di setiap banguannya nan megah dan indah. Yang membuat banyak orang terpikat dan ‘jatuh cinta’ kepadamu. Namun entah, terasa gelap bagiku.


Mungkin harus ku isi dulu hati ini dengan ilmu yang cukup, sepulangku di rumah nanti. Dan kembali kesini, dengan mimipi-mimpi indah. Agar cahaya indahmu bisa ku rasakan dan nikmati. Tak banyak yang ku inginkan darimu, jakarta. Hanya satu, yaitu ‘kebanggaan’ yang di butuhkan oleh semua laki-laki.
Mungkin sekarang, satu semester kurasa cukup untuk ‘kesasar’ di kota metropolitanmu. Aku harus pulang ke rumah. Mengerjakan PR. Selesaikan S1 ku terlebih dulu di Institut.  Dan setelah itu, akan ku bangun mimpi-mimpi itu mulai dari angka nol. Dan menemuimu lagi,  Jakarta.
Terimaksih sahabat.

Sabtu, 27 Desember 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar